Kenapa penting memakai moisturizer setiap hari?
''Dengan memakai moisturizer setiap hari, Anda bisa menjaga kelembapan kulit. Ini penting karena kulit yang terhidrasi dapat melindungi Anda dari kerusakan kulit, menjaga kulit agar tidak mudah iritasi, serta melawan tanda-tanda penuaan dengan lebih baik.''
Kulit yang tidak terjaga kelembapannya cenderung punya fungsi skin barrier yang tidak optimal. Akibatnya, berbagai masalah kulit, seperti kemerahan, iritasi, produksi minyak berlebih, hingga jerawat lebih rentan muncul. Tidak hanya itu, kulit yang kering juga cenderung kasar, tampak pecah-pecah, dan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda penuaan.
Nah, memakai moisturizer setiap hari dapat membantu menjaga kelembapan, kesehatan, dan tampilan kulit yang sehat secara keseluruhan. Meski begitu, setiap orang punya jenis kulit yang berbeda sehingga kebutuhan kulitnya pun berbeda. Jadi, pastikan Anda memilih moisturizer yang sesuai jenis kulit serta masalah yang dihadapi untuk memaksimalkan manfaatnya.
'RAHASIA KECANTIKAN WANITA.'Perlu diingat, untuk merawat kulit, ada beberapa hal yang bisa dilakukan selain menggunakan pelembap. Sebagai contoh, cukupi kebutuhan air tubuh dengan minum air putih minimal delapan gelas per hari.''
Bagaimana cara yang tepat memakai moisturizer?
''Untuk memakai moisturizer, cukup oleskan produk ke kulit yang masih lembap. Anda bisa memakai pelembap setelah mencuci muka atau setelah menggunakan toner dan serum. Ketika kulit masih lembap, moisturizer lebih mudah diratakan dan dapat mengunci molekul air yang masih ada di permukaan kulit.''
Dalam urutan pemakaian basic skincare, moisturizer digunakan setelah face wash dan sebelum sunscreen. Namun, jika rutinitas perawatan kulit Anda disertai dengan skincare tambahan, prinsip untuk menentukan urutannya adalah thin to thick. Artinya, gunakan produk dengan konsistensi lebih ringan dahulu, baru produk dengan konsistensi yang lebih berat atau kental. Berikut ini adalah contoh urutan pemakaian skincare yang bisa Anda jadikan panduan:
-Urutan basic skincare: Sabun wajah → pelembap (moisturizer) → sunscreen (hanya pagi hari)
-Urutan basic skincare + optional skincare: Sabun wajah → toner → serum → pelembap (moisturizer) → sunscreen (hanya pagi hari)
Saat menggunakan moisturizer, aplikasikan produk secukupnya dengan gerakan perlahan. Hindari memakai produk secara berlebihan karena kulit bisa terlihat berminyak atau justru terasa greasy. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan pelembap hingga ke area leher. Untuk menjaga kelembapan dengan maksimal, gunakan moisturizer minimal dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari.
Cara memilih Moisturizer Lokal
Sebelum membeli moisturizer terbaik yang ada di pasaran, ada baiknya Anda membaca tips memilih di bawah ini. Hal penting dalam pemilihan pelembap adalah menyesuaikannya dengan jenis kulit Anda. Selain itu, kenali juga bahan aktif dalam pelembap incaran Anda agar penggunaannya lebih optimal dan tepat guna. Langsung saja, simak penjelasan detailnya berikut ini!
1.Pilih tekstur dan jenis kandungan pelembap sesuai tipe kulit
Berdasarkan tekstur dan konsistensinya, pelembap wajah terdiri dari moisturizer gel dan moisturizer cream. Manakah tipe pelembap yang paling bagus untuk dipilih? Hal tersebut tergantung pada jenis kulit Anda. Untuk kulit kering, Anda bisa memilih moisturizer cream. Sementara itu, untuk kulit berminyak, Anda bisa memilih moisturizer gel.
Untuk kulit kering, pilih krim moisturizer dengan kombinasi humektan, emolien, dan oklusif
Tipe moisturizer dengan tekstur krim memiliki konsistensi yang lebih thick. Ini membuatnya cenderung lebih lama menempel di kulit dan dapat memberi efek lembap yang lebih lama pula. Karena itu, pelembap krim lebih ideal untuk tipe kulit yang kering. Sementara itu, kombinasi humektan, emolien, dan oklusif bisa bekerja secara sinergis dalam melembapkan kulit.
-Humektan: Pelembap humektan contohnya glycerin dan hyaluronic acid (sodium hyaluronate). Tipe pelembap ini memberi hidrasi dengan cara menarik air dari lingkungan sekitar atau dari lapisan kulit dalam.
-Emolien: Pelembap emolien misalnya fatty acid, ceramide, kolesterol, dan plant oil. Emolien bekerja dengan mengisi celah antar sel, melembutkan kulit, sekaligus memperbaiki skin barrier.
-Oklusif: Oklusif seperti dimethicone, mineral oil, shea butter, dan petroleum, dapat mencegah kelembapan menguap dengan memberi lapisan pada permukaan kulit.
"Jika kulit Anda sangat kering, bahkan bersisik, utamakan memilih pelembap dengan shea butter dan plant oils. Shea butter bersifat oklusif sehingga bisa menjaga kelembapan lebih lama. Sementara itu, plants oil bersifat emolien sehingga bisa membantu menghaluskan kulit kasar dan bersisik."
Untuk kulit berminyak atau kombinasi, pilih moisturizer gel dan hindari jenis pelembap oklusif
"Moisturizer dengan tekstur gel atau water-based cenderung ringan dan lebih mudah diserap kulit. Sementara jenis pelembap oklusif perlu dihindari tipe kulit berminyak atau kombinasi karena berpotensi menyumbat pori-pori."
Pori-pori pada kulit berminyak atau kombinasi lebih mudah tersumbat karena sebum, kotoran, dan sel kulit mati yang menumpuk. Jika bercampur bakteri, hal ini dapat memancing munculnya masalah jerawat. Karena itu, pilihlah tipe moisturizer water-based, yakni yang bertekstur gel. Gel moisturizer cenderung ringan sehingga lebih cepat meresap di kulit.
Untuk meminimalkan potensi tersumbatnya pori-pori, hindari juga jenis pelembap oklusif, seperti petrolatum, shea butter, atau mineral oil. Pelembap oklusif menciptakan lapisan pelindung di atas permukaan kulit sehingga terasa lebih berat, greasy, serta lebih berpotensi menyumbat pori-pori.
Untuk jenis kulit berminyak dan kombinasi, prioritaskan saja pelembap humektan, seperti gliserin atau hyaluronic acid. Tipe pelembap ini dapat memberikan hidrasi yang cukup tanpa membuat pori-pori tersumbat.
"Pemilik kulit berminyak juga bisa mencari moisturizer non-comedogenic. Tipe pelembap ini dapat meminimalkan risiko timbulnya jerawat karena pori-pori yang tersumbat."
2.Pilih tambahan bahan yang sesuai masalah kulit
Selain memilih tekstur pelembap yang cocok dengan tipe kulit Anda, Anda juga perlu mengecek kandungan bahan aktif di dalamnya. Kandungan bahan aktif ini memberikan manfaat tambahan untuk permasalahan kulit penggunanya. Ada ceramide untuk memperbaiki skin barrier, niacinamide untuk mengatasi jerawat dan mencerahkan kulit, hingga retinol untuk menyamarkan kerutan. Simak penjabaran lengkapnya berikut ini!
Untuk skin barrier rusak: Cari tambahan bahan seperti ceramide
"Sederhananya, ceramide pada moisturizer bisa membantu menutup "lubang-lubang" pada barrier yang rusak. Dengan begitu sel-sel kulit kembali lebih rekat, dan fungsi skin barrier bisa kembali baik."
Skin barrier tersusun oleh sel-sel dalam struktur seperti "dinding bata". Untuk bisa berfungsi optimal, perlu ada "semen" yang merekatkan dan memperkuat ikatan tersebut. Di sinilah peran dari kandungan ceramide pada produk moisturizer. Ceramide dapat mengisi celah antar sel tersebut dan mengisi barrier yang bolong. Dengan begitu skin barrier bisa kembali rapat dan berfungsi normal.
Selain ceramide, Anda juga bisa mempertimbangkan bahan lain, seperti fatty acid dan kolesterol. Fatty acid meliputi stearic acid, caprylic/capric triglycerides, palmitic acid. Fatty acid dan kolesterol punya fungsi serupa dengan ceramide. Namun, jika dibandingkan ketiganya, ceramide cenderung lebih mudah ditemui dalam produk moisturizer yang ada di pasaran.
"Jika tersedia pelembap dengan kandungan ceramide yang dikombinasikan dengan kolesterol atau fatty acid, silakan utamakan produk tersebut. Kombinasi beberapa bahan ini bisa mempercepat proses perbaikan skin barrier."
Untuk minyak berlebih dan jerawat: Cari tambahan bahan, seperti niacinamide, salicylic acid, atau tea tree oil
Ketiganya punya fungsi masing-masing yang baik untuk menangani kulit berjerawat. Niacinamide dapat membantu mengontrol produksi sebum. Sementara salicylic acid dapat mengontrol produksi sebum sekaligus mengatasi pori-pori yang tersumbat. Tea tree oil bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat.
Masalah jerawat erat kaitannya dengan pori-pori yang tersumbat oleh sel kulit mati dan minyak berlebih serta bakteri. Untuk mengatasi masalah ini, moisturizer dengan tambahan niacinamide, salicylic acid, atau tea tree oil bisa dipilih.
-Niacinamide: Bisa membantu mengurangi produksi minyak berlebih.
-Salicylic acid: Bisa mengontrol produksi minyak sekaligus mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran yang bisa menyumbat pori-pori.
-Tea tree oil: Kandungan ini punya sifat antibakteri sehingga dapat melawan bakteri penyebab jerawat, seperti Cutibacterium acnes.
Ketiga bahan ini juga punya persamaan, yakni bersifat anti-inflamasi sehingga bisa meredakan peradangan akibat jerawat. Anda bisa memilih moisturizer yang mengombinasikan ketika bahan ini. Namun, jika sulit menemukan kombinasi ketiganya, pilih saja yang mengandung salah satu bahan tersebut. Meski begitu, jika Anda mencari yang bisa melembapkan sekaligus mengatasi minyak dan jerawat, niacinamide adalah pilihan yang lebih baik.
"Anda juga perlu ingat bahwa jika ada klaim 'moisturizer anti-acne', bukan berarti Anda bisa mengobati jerawat dengan pelembap. Untuk meredakan jerawat, ada serangkaian produk dan obat khusus. Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit apabila peradangannya termasuk kategori sedang hingga berat."
Untuk kulit kusam atau hiperpigmentasi: Tambahan bahan aktif, seperti niacinamide, tranexamic acid, arbutin, atau licorice root extract
"Niacinamide, tranexamic acid, arbutin, atau licorice adalah brightening agent yang sudah terbukti efektif dalam menyamarkan hiperpigmentasi dan mencerahkan kulit."
Meski cara kerjanya sedikit berbeda, niacinamide, arbutin, tranexamic acid, dan licorice root extract sama-sama terbukti efektif dalam menyamarkan hiperpigmentasi. Brightening agent ini sama-sama bisa menyamarkan warna kulit yang kurang merata serta meningkatkan kecerahannya. Anda bisa memilih moisturizer yang mengandung salah satu brightening agent saja, atau yang mengombinasikan beberapa pencerah di dalamnya.
Namun, untuk efek mencerahkan yang optimal, Anda bisa memilih kandungan pencerah yang disebutkan dalam 10 bahan pertama daftar komposisi. Anda juga bisa memilih brightening agent berdasarkan jenis kulit Anda. Misalnya, untuk jenis kulit yang sensitif, niacinamide bisa jadi pilihan lebih baik karena cenderung mild. Anda juga bisa mengutamakan niacinamide, jika masalah Anda adalah kulit kusam yang berminyak sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
"Untuk mencerahkan kulit kusam, Anda juga bisa pertimbangkan moisturizer dengan bahan eksfoliasi seperti AHA. Bahan ini dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan mendorong regenerasi sel. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan kulit yang tampak lebih sehat dan cerah."
Untuk tanda-tanda penuaan: Pilih moisturizer dengan retinol
Retinol dapat mengangkat sel kulit mati dan meningkatkan produksi kolagen. Dengan begitu, moisturizer yang mengandung bahan ini bisa membantu menjaga elastisitas kulit serta menyamarkan kerutan dan garis halus.
Retinol dikenal sebagai salah satu bahan antiaging yang efektif. Sayangnya, bahan ini punya risiko mengiritasi kulit. Oleh karena itu, untuk pemula pemakaiannya disarankan secara bertahap, misalnya beberapa hari sekali. Jika tidak ada reaksi iritasi, tingkatkan frekuensinya secara perlahan, misalnya menjadi satu kali sehari atau dua kali sehari.
Namun, sebagai alternatif lainnya, pemilik kulit sensitif juga bisa mencari bahan antiaging yang lebih mild, seperti bakuchiol atau peptide. Jika pilihannya lebih dari satu, Anda juga bisa mengutamakan pelembap yang punya tambahan bahan antioksidan, seperti vitamin E. Selain melembapkan, vitamin E juga dapat memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dengan cara melindungi kulit dari kerusakaan akibat radikal bebas.
"Sebagai tambahan, gunakan juga sunscreen setelah moisturizer, terutama di siang hari. Sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit, termasuk mempercepat munculnya tanda-tanda penuan dini, seperti kulit kusam dan hiperpigmentasi."
3.Jika kulit sensitif, utamakan moisturizer yang bebas pewangi dan alkohol..
Pewangi bisa menembus kulit dan memancing iritasi. Sementara alkohol bisa membuat kulit lebih kering dan mengganggu keseimbangan skin barrier.
Untuk kulit sensitif, prioritas memilih moisturizer adalah yang bisa melembapkan sekaligus memperkuat skin barrier tanpa memancing reaksi iritasi. Karena itu, hindari bahan iritan, seperti alkohol atau pewangi. Untuk memudahkan, pilihlah produk pelembap dengan label "no alcohol", "alcohol-free", dan "no fragrance" atau "fragrance-free".
Anda juga bisa mempertimbangkan produk dengan klaim hypoallergenic. Rata-rata produsen menggunakan istilah ini untuk menunjukkan formulanya mengandung lebih sedikit bahan yang berisiko memicu iritasi atau alergi. Meskipun begitu, sebenarnya belum ada standar atau definisi resmi yang mengatur pemakaian istilah "hypoallergenic" pada produk skincare. Jadi, Anda tetap bisa memilihnya, tetapi tidak wajib.
"Penting untuk diingat bahwa sensitivitas kulit setiap orang bisa berbeda-beda. Misalnya, ada orang yang alergi terhadap kandungan tertentu, seperti Aloe vera dan Centella asiatica. Namun, belum tentu orang lain yang kulitnya sensitif juga alergi terhadap kedua kandungan tersebut. Untuk itu, penting untuk melakukan patch test terlebih dahulu sebelum Anda menggunakan produk skincare secara rutin."
👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

0 Komentar